Sabtu, 10 Januari 2015

#Jodishan: Pembelaan Jomlo Tertindas


 
sumber gambar: sijuki.com

 
Para jomlo tertindas? Ya ..., setidaknya begitulah yang dirasakan para jomlo di zaman sekarang apabila disertai pe-lebay-an. Hehe. Tak perlu jauh, silakan perhatikan fenomena seorang jomlo yang jadi bahan olok-olokan di dunia maya, terutama pada situs 1cak.com (Padahal isi situs itu kebanyakan jomlo semua, termasuk penulis. Namun, uniknya mereka dengan ceria menjadikan kejomloan mereka sebagai bahan lelucon. Apa mungkin ini cara mereka untuk bertahan hidup menerima ketertindasan atas status jomlo mereka? Tampaknya hanya Tuhan yang tahu. Hahaha.). Biasanya para jomlo kategori ini akan dibilang ngenes karena tidak laku-laku dan tak punya pacar.
Ada pula fenomena jomlo lainnya yang seperti ini: Seorang jomlo itu tentunya tak punya pacar, dia terus memegang prinsipnya karena ingin menjaga dirinya dari zina dan menjadi #Jodishan (Jomlo disayang Tuhan). Kemudian, di saat kondisi dia menjadi jomlo itu, ada beberapa pihak yang selalu memulai topik pembicaraan ke arah pernikahan jika bertemu dengannya. Dari pembicaraan itu, ia simpulkan menyatakan bahwa para jomlo itu harus segera menikah.

Nah, biasanya para #Jodishan yang dalam fikih jomlo (baca di sini) berada dalam kategori jomlo sunah akan merasa tertekan dan resah secara tak langsung. Mereka yang pengen nikah tapi belum mampu atau mereka yang sudah mampu tapi belum mau menikah dalam waktu dekat, akan serba salah melanjutkan pembicaraan yang menjurus ke arah sana. Ditambah pula makin banyak beredarnya buku-buku panduan dan berbagai gerakan untuk menyegerakan menikah, yang seakan-akan menghakimi para jomlo kalau mereka yang belum menikah adalah suatu kesalahan, bahkan “dosa”.
Padahal apa salahnya memilih untuk tidak pacaran ataupun belum menyegerakan diri untuk menikah? Toh, di saat yang tepat nanti juga para jomlo akan menikah. Pada hakikatnya, jomlo itu sebuah penantian bukan segera harus ke pelaminan. Terlepas pada kaitannya dengan hukum sunah dari Rasulullah untuk menikah muda, bukannya terdapat sunah lainnya yang juga utama seperti menuntut ilmu, berpuasa, dan berbagai sunah lainnya. Tentunya, seorang #Jodishan adalah mereka yang mampu menjaga dirinya untuk tak berbuat maksiat dan mengutamakan ibadah.
Maka dari itulah, gerakan #Jodishan ini muncul agar stigma negatif dari jomlo yang tidak laku (tidak mau pacaran) ataupun jomlo yang harus segera menikah dapat semakin berkurang. Intinya, menjadi jomlo itu pilihan dan jomlo yang terbaik adalah jomlo yang disayang Tuhan, terlepas apakah ia akan segera menikah ataupun belum.

Yansa El-Qarni,
10 Januari 2015

0 komentar:

Posting Komentar