Minggu, 22 April 2012

Sekolah Peradaban


                “Bagaimana kalau kita membuat Sekolah Peradaban?”
            Perkataan dari sahabatku Rafi masih terngiang di pikiranku selama seminggu ini. Idenya tentang membuat Sekolah Peradaban bersama untuk para anak jalanan sangat bagus. Malah sangat bagus! Namun, bagaimana cara mewujudkannya? Bukannya tidak mudah untuk masuk ke dalam dunia mereka, apalagi membuat sekolah? Belum lagi status kami ini yang masih mahasiswa.

Daarut Tauhid


            “Wuih…, subhanallah!”
            “Astagfirullah! Hoy, Ahmad! Kamu mau ngurangin pahalamu, ya?”
            “Rezeki itu, Suf. Jangan disia-siakan, atuh. Hehe.”
            “Itu bukan rezeki namanya. Itu, mah, zina! Dari tadi kamu plototin terus tuh akhwat, dari tadi dia mucul sampai dia melewatimu.”
            “Kan, bening, Suf. Kamu tidak tertarik apa?”
            “Nggak!”