Sabtu, 04 Januari 2014

Apabila Pikiran Kita Terdengar Orang Lain

Gambar diunduh dari purisukareviews.wordpress.com

Akhirnya aku memilih untuk membuang sementara kepenatan untuk menulis hal-hal yang menjadi tanggung jawabku. Memilih menggantinya dengan sesuatu yang me-refresh-kan pikiranku. Dengan apa? Ternyata aku memilih dengan menonton drama Jepang. Hahaha. :D
Drama yang kutonton kali ini berjudul Satorare / Transparent (2012). Drama ini menceritakan tentang Dr. Kenichi Satomi yang mengidap satorare, sindrom langka yang membuat pikirannya dapat didengar oleh orang-orang sekitarnya sampai jarak 12 meter –namun untuk beberapa kondisi dapat didengar melebihi jarak tersebut tergantung suasana hati pengidapnya. Sindrom ini konon dialami oleh satu dari sepuluh juta orang di dunia –yang biasanya merupakan orang yang super jenius, sehingga ia dilindungi oleh pemerintah. Pemerintah membuat kebijakan agar orang-orang bersikap natural ketika bertemu dengannya supaya pengidap satorare merasa tidak dikucilkan dari kehidupan sosial.
Banyak hikmah yang kudapati setelah menontonnya. Namun, yang paling menarik bagiku adalah ketika membayangkan kehidupan apabila pikiran kita dapat terdengar oleh orang lain. Oh, betapa memalukannya! Begitu banyak aib kita yang akan diketahui orang lain. Tentunya orang-orang sekitar kita akan menjauhi kita apabila mengetahui apa yang ada dalam pikiran kita, mulai dari kadang terbesit rasa benci, meledek orang, hingga pikiran-pikiran negatif lainnya. Memang, di sisi lain kita akan disenangi apabila kita mempunyai pikiran yang bersih. Namun, apakah ada orang yang pikirannya selalu bersih tanpa terbesit noda sedikitpun? Aku rasa tidak ada, pasti orang tersebut minimal pernah berpikir di luar apa yang dianggap ‘bersih’ tersebut –kecuali mungkin orang-orang yang menjadi pilihan-Nya. Apabila ini terjadi pada kita, pastilah kita akan berusaha untuk menjaga apa-apa yang ada dalam pikiran ketika berhadapan orang lain –walau tentunya sangat sulit dan hampir mustahil.
Ya, mungkin hal ini takkan pernah terjadi di dunia nyata ini. Tapi sadarkah kita bahwasanya sebenarnya ada pihak yang selalu mengetahui apa yang kita pikirkan? Pihak itu adalah Allah Swt dan para malaikat yang mencatat amal perbuatan kita. Jangankan berusaha menjaga, kita bahkan tidak pernah malu apa yang kita pikirkan diketahui pihak tersebut. Perbandingan ini akan terbalik ketika yang mengetahui pikiran kita tersebut adalah manusia. Untungnya, Allah Swt dan para malaikat yang diperintahnya tersebut tidak langsung menghukum atau menjauhi kita ketika dalam pikiran terbesit hal-hal yang buruk.
Nah, berbicara soal apa yang terbesit dalam pikiran, Islam mengenalkan kita dengan istilah niat. Dalam suatu hadis, Rasulullah pernah bersabda,
Ibnu Abbas r.a. berkata: Nabi Saw dari apa yang diriwayatkan dari Allah azza wa jalla, bersabda: Sesungguhnya Allah menetapkan kebaikan dan keburukan kemudian menjelaskan keduanya, maka siapa yang niat akan berbuat kebaikan (kebaikan) lalu tidak dikerjakannya dicatat untuknya satu kebaikan, dan bila dikerjakannya dicatat oleh Allah sepuluh kebaikan, dapat bertambah hingga tujuh ratus kali, dan dapat berlipat lebih dari itu.  Sebaliknya, jika niat akan berbuat keburukan (dosa) lalu tidak dikerjakan, dicatat untuknya satu kebaikan yang cukup (sempurna), dan bila niat lalu dilaksanakan maka dicatat satu dosa.  (H.R. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis tersebut, kita mengetahui kalau apa yang kita niatkan dalam pikiran kita apabila baik akan dicatat berkali-kali lipat sedangkan kalau berniat buruk belum dicatat sebelum dikerjakan, bahkan apabila dibatalkan dicatat sebagai satu kebaikan.
Namun, bukan berarti setelah tahu hadis ini kita malah berpikiran, “Ah, ternyata tidak apa-apa berpikiran buruk, deh. Wong tidak dicatat, malah kalau dibatalkan menjadi kebaikan”. Ini malah bahaya, Sob! Bisa saja nanti ketika kita terbesit niat yang buruk, para gerombolan setan yang kita tak mampu melihatnya akan berbisik menggoda hingga akhirnya kita melakukan perbuatan buruk tersebut. Memang perbuatan buruknya dicatat satu, tapi kalau satunya besar hingga mengalahkan kebaikan kecil yang kita lakukan walau sudah dilipatgandakan bagaimana, tuh? Kan, hanya Allah Swt yang tahu bobot amalan kita. Betul tidak? *sembari meniru nada suara Aa Gym
Kesimpulannya, kita harus tetap berhati-hati dan menjaga pikiran kita dari hal-hal yang buruk. Setidaknya itulah hikmah yang paling berharga dari drama Satorare / Transparent (2012) yang kutonton di sela kepenatanku. Semoga bermanfaat. :D

58 komentar:

Boleh percaya atau tidak, pikiran saya bisa terbaca dan terdengar (audible) oleh orang lain. Bahkan ke orang yang berbeda benua. Hidup saya jadi semakin susah dengan kondisi saya ini. Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk merubah kondisi saya ini.
Saya belum menonton film Satorare/Transparent ini, tapi saya akan segera mencari dvd-nya dan menontonnya. Saya juga ingin tahu apakah keadaan saya ini ada di dunia ilmu pengetahuan. Karena tidak ada yang merasa aneh dengan kondisi saya ini. Please reply me...

Boleh percaya atau tidak, pikiran saya bisa terbaca dan terdengar (audible) oleh orang lain. Bahkan ke orang yang berbeda benua. Hidup saya jadi semakin susah dengan kondisi saya ini. Saya tidak tahu harus berbuat apa untuk merubah kondisi saya ini.
Saya belum menonton film Satorare/Transparent ini, tapi saya akan segera mencari dvd-nya dan menontonnya. Saya juga ingin tahu apakah keadaan saya ini ada di dunia ilmu pengetahuan. Karena tidak ada yang merasa aneh dengan kondisi saya ini. Please reply me...

Didengar oleh semua orang atau hanya oleh beberapa orang saja, Mbak?

Silakan dicoba untuk menonton film tersebut... Semoga ditemukan solusi untuk menyikapinya...

Halo, saya juga mengalami hal yang sama. Orang-orang di sekitar saya bisa mendengar apa yang saya pikirkan. Dan saya memiliki gangguan bipolar yang sering kambuhan dimana saya sulit mengontrol pikiran saya. Bahkan, saya bisa mempengaruhi seseorang yang sedang siaran live di tv. Tanpa sadar saya bisa mempengaruhi perkataan orang lain maupun tindakan seseorang dengan pikiran tanpa sadar saya. Apakah itu normal atau abnormal? Apakah itu nyata atau khayalan? Saya bersedia dijadikan objek penelitian psikolog kalau memang benar. Trims

Pikiran saya bisa di baca oleh siapa saja, tanpa ada batasan tempat. Teman saya yang di USA bisa mendengar pikiran saya yang saat itu ada di Australia. Saya sudah dapat DVDnya tapi belum sempat nonton. Hidup saya jadi susah dengan kondisi saya ini. Trims sudah mereply.

Buat Winaringsuryo dan Sang Inspirator Pena:
Kalau saya, kebetulan tidak ada gangguan psikologis. Saya normal. Saya sampai ke psikolog untuk mencari bantuan. Tapi yang ada, saya dibilang halusinasi dan pikiran yang dibaca itu tidak mungkin. Sama dengan mas, saya juga bersedia dijadikan objek penelitian. Karena saya tanya psikiater, katanya tidak ada yang bisa membaca pikiran. Bahkan orang pintar sekalipun. Lalu saya bagaimana? Okay, terima kasih semuanya

Mungkin hal yang dialami Mbak Beatrix itu sejenis kemampuan telepati... Saya juga kurang tahu terkait hal ini... Tapi konon, memang ada orang yang bisa melakukan telepati... Nah, secara tak sadar, mungkin Mbak telah melakukan telepati pikiran Mbak ke orang lain (sifatnya tertentu)... Karena kalau semua orang bisa mendengar pikiran Mbak tentunya itu akan menjadi sesuatu yang sangat kacau, bisa-bisa Mbak seperti salah satu penderita Satorare dalam film ini yang katanya tak sanggup menerima keadaan pikirannya yang diketahui oleh semua orang di sekitarnya...

Sepertinya Mas Wiraningsuryo juga mengalami hal yang sama... Bisa jadi itu sejenis dengan telepati juga... Sayangnya saya bukan orang yang ahli terhadap hal ini...

sungguh tersiksa pikiran bisa didengar semua orang.... aku sendiri mengalaminya. andai saja penyakit ini bisa hilang. Aku pasti sangat bahagia...hufff ada yang bisa bantu aku ga??? sungguh menderita.

Wah... Mas Yusran mengalami hal ini juga? Siapa saja yang bisa mendengarnya, Mas?
Coba Mas tonton filmnya... Siapa tahu dapat beberapa inspirasi ataupun solusi dari sana... :)

Kepada semuanya yang sama sepertiku, aku memang belum tau kapan akan berakhir, tapi ada 1 hal yg ingin ku sampaikan. Jangan jadi risau dengan masalah ini, aku pun pernah melewati masa yang amat sulit. Tiada 1 orang yang dapat menjelaskan nya, tapi aku tau ini nyata bukan mimpi. Teman, aku hanya ingin memberitahu kalau kita bisa melewatinya. Jawaban dari kesemua itu hanya lah tuhan yang tau. Dan itulah yang aku coba memahaminya, dia sedang menegur atau menguji kita. Aku memang lama sekali tidak beribadah padanya, dosaku pun mungkin terlampau banyak. Tapi dari pengalamanku ini, semenjak aku kembali mendekatkan diriku pada tuhan, beribadah, berdoa dan melaksanakan ajaran nya dengan berbuat kebaikan. Aku menjadi lebih baik, pikiran ku menjadi lebih terjaga. Bersabarlah, ikhlas, berfikir positif dan jangan mengeluh dan jangan menyerah pada keadaan. Karena keadaan tidak akan merubah kita, kalau kita tidak merubahnya. Aku bisa melewatinya, karena aku yakin pada tuhanku. Dan ya, aku sama seperti kalian. Pikiranku pun terbaca, acuhkan saja bisikan buruk itu dan kalahkanlah keburukan kalian. Lihat sekeliling kalian, masih banyak yang menyayangi dan percayai kalian. Aku senang dapat membantu dan menceritakan pengalamanku. Semoga bermanfaat. Dan tetap semangat menjalani hidup. Aku yakin dengan tuhanku, aku harap kalian juga begitu. Terima kasih.

Pikiran saya juga terbaca tp gak semua orang,,,,pas ditanya orang yang baca pikiran saya dibilang cuman halusinasi,,,,setelah diluar dari pandangan saya,,,pikiran saya terbaca lg,,,,mirip sama mbak beatrix,,,saya terskisa ga bisa jalani hidup dengan benar,,,cuman diam dirumah aja,,,tolong di bantu ya ,,,solusi baiknya gimana,,

Pikiran saya juga terbaca tp gak semua orang,,,,pas ditanya orang yang baca pikiran saya dibilang cuman halusinasi,,,,setelah diluar dari pandangan saya,,,pikiran saya terbaca lg,,,,mirip sama mbak beatrix,,,saya terskisa ga bisa jalani hidup dengan benar,,,cuman diam dirumah aja,,,tolong di bantu ya ,,,solusi baiknya gimana,,

Pikiran saya juga terbaca tp gak semua orang,,,,pas ditanya orang yang baca pikiran saya dibilang cuman halusinasi,,,,setelah diluar dari pandangan saya,,,pikiran saya terbaca lg,,,,mirip sama mbak beatrix,,,saya terskisa ga bisa jalani hidup dengan benar,,,cuman diam dirumah aja,,,tolong di bantu ya ,,,solusi baiknya gimana,,

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Ternyata sy tdk sendiri ya...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Dunia jd terasa aneh,,,ini nyata ato cman ilusi ya mas,,

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Dunia jd terasa aneh,,,ini nyata ato cman ilusi ya mas,,

orang yang baca pikiran saya biasanya orangnya seperti lg melamun,,,,benar2 aneh dan nyata,,,

mungkin yang beragama islam coba baca http://rehabhati.com/ruqiyyah-aktif-dan-tehnik-melumpuhkan-jin/ orang yang baca pikiran itu kan pasti transfer energi ke orang yang akan dibaca....nah anggap aja energi yang masuk ketubuh kita itu jin trus terapkan atau bacalah bacaan yang ada dalam web ruqyah itu ikuti sambil niatkan dalam hati seperti yang ada diweb itu ....kalau aku coba yang surah Al Mukminun 96-97 dan Yasiin 9 kemudian ditamba asma allah sesuai dari web itu termasuk niatnya saya ikuti semua petunjuknya dan saya tambahkan niatnya dengan kuncilah pendengaran mereka yang ingin mendengarkan suara hati saya sehingga mereka tidak dapat mendengar apapun karena yang sebaik-baiknya mendengar hanya sang pencipta dan selain itu hanyalah manusia dan jin yang dzalim atau kata-kata apupun yang menurut kamu lebih baik dari itu supaya bisa tersampaikan atau lebih bisa berhasil...kalau berhasil dipost ya....karena orang yang baca pikiran itu menurutku tidak baik soalnya pasti rahasia atau mungkin aib kita dibeberkan...bukannya masih ada allah yang maha adil dan pemberi keputusan....kan ada kan hadistnya diatas, klo kyk gitu bukannya tidak mempercayai keadilan allah...allah saja menutup aib atau masalah kita...eh malah kita sendiri yang membukanya....kasihan kan yang jadi korbannya...kalau dia digituin apa mau...saya rasa tidak..

iya bener....yang baca pikiran itu diem dan sikapnya kayak orang sedang mendengarkan pembicaraan orang lain yang dilakukan lewat mulut tapi yang ini mendengarkan pembicaraan atau perkataan orang yang dilakukan lewat hati

baca ini juga...http://www.masibas.my.id/2015/03/cegah-hipnotis-mulai-dari-sekarang.html

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Sama saya juga.. ayo yang merasa hatinya dingar kita saling bertemu biar kita saling percaya.. kan kalo kita denger kita tinggal ngomong dalam hati ga perlu nanya orang buat mastiin.. saya muhammad farras arrizal anak bekasi.. nomer saya : 089655053043.. jangan malu, jangan gengsi, jangan muna.. hub nomer saya.. sms juga ga apa2 soalnya saya juga balas komentar ini pake email om saya..

Jangan malu jangan gengsi, kita sesama transparan siapa tau bisa saling bantu .. karena sebagian dari kita yang mengalami pasti ada yang lebih bisa menghadapi masalahnya..

Jadi kita bisa saling kasih masukan,, jujur gua sampai takut kalo sama keramaian karena gua tahu kalo semua yang di sekitar gua nantinya bakalan dengerin hati gua,, bahkan gua suka takut keluar rumah meski itu hanya sebentar,, yang mengakibatkan gua susah buat dapet pekerjaan karena gua tau guq begini,, padahal gua sendiri pengen banget yang namanya bisa dapet kerjaan lagi.. gua galau banget sumpah.. tolong buat yang ngerasa benar benar hatinya di dengar gua kalian hubungin gua minimal sms, kita bisa bertemu dan bisa saling membantu.

Jangan balas ke email, soalnya ini email om gua,, gua malu kqlo dia tau, tapi sms ke nomer gua : 089655053043 ini nomer 3. Atau yang nomer simpati : 081377826027 gua serius dan ga main main..

Oh iya satu lagi saya minta maaf untuk sang pena inspirator kalo saya udah ngotorin tempatnya...
Dan saya berterimakasih kepada sang pena inspirator karena tidak menghapus komentar saya..

maaf perkenalkan nama saya genjiro (panggilan)
sebernarnya saya juga sama dengan yang disebutkan diatas,tapi saya meiliki pendapat lain tentang sesuatu seperti itu, contohnya saya juga mengalaminya,saya juga berpikir sejenk tentang semua itu yang ingin saya sampaikan adalah bukan karena gangguan dari kejiwaan atau psikologis dri diri kita melainkan , adalanya hal yang tak terduga bisa meliputi dari pihak external bila mana disimpulkan itu dari orang atau kalangan yang tidak suka, dan bisa jadi berbuat seenaknya pada diri kita dan tidak pandang manusiawai:
jadi kesimpulan saya adalah seseuatu itu bisa dicapai dengan banyak cara termasuk dengan cara tersebut melalui pikiran.
dan saya ingin tahu dan minta tolong bagaimana caranya supaya hal tersebut ditangani dan tidk menjadi gangguan jiwa dan perkembangan secara psikologis.

Kok kalian semua sama seperti saya...saya z merasa bingung...kenapa jadi kayak gni..??? Gimana cara menghilangkannya???��

Ya bro z,saya dulu kayak gitu dan sekarang Alhamdulillah udah sembuh,ad aja pin BBM saya D19D2257 insyaAllah saya bsa bantu

Tlong di bantu donk....saya bingung...

Mas sampai saat ini saya belum menemukan solusinya. Saya pun menderita.Saya pikir saya gila. Sampe di bawa ke psikiater. Ternyata saya punya kelainan. Pusing saya juga

Saya jga sama seperti yg sodara alami..bahkan saya bisa menghentikan music lewat pikiran saya

pikiran saya juga terdengar tapi ya sundala nu

kalau pikiran anda terdengar maka kendalikan pikiran anda karna saya mengalami hal yg sama

Sundalanu bukan penyakit ini tolo

mungkin dunia ini dah nak kiamat. fikiran boleh didengar. mungkin tanda kiamat dah dekat

Saya juga merasa pikiran saya dapat diketahui orang lain,pernah beberapa kali terjadi,saat saya memastikan bahwa ucapan orang lain yg sedang saya dengar berhubungan dg apa yg saya pikirkan,saat itu secara reflect saya menanggapi omongan beberapa orang ,tapi dalam pikiran saat sedang bekerja,lalu tiba2 ada salah seorang menjawab dg jelas apa yg saya pikirkan,hal itu terjadi berkelanjutan dantidak hanya sekali dua kali,tapi saat saya mencoba berkomunikasi langsung dg orang2 tersebut,mereka bersikap biasa,seolah apa yg saya rasakan tadi salah dan hy kebetulan,tapi terkadang di tengah komunikasi mereka menyelipkan kata yg tidak terlalu jelas seperti komentar pendek,............( masih panjang ceritanya tapi males nyritainya,capee..k)

Saya juga, malah pernah bercakap-cakap tembus tembok jarak 3 meter dengan waktu yang sangat lama, padahal saya ngomongnya cuma bisik2 & mbatin

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

Posting Komentar