Sabtu, 16 Februari 2013

Membaca dan Menulis: Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Ilustrasi: pixabay.com

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ ﴿٢﴾ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ ﴿٣﴾ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ﴿٤﴾ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ﴿٥﴾
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan,” (1) “Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.” (2) “Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,” (3) “Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena),” (4) “Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (5)
(QS. Al-Alaq: 1—5)

            Ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya tidak akan ada tanpa proses penalaran dan penelitian. Penalaran dan penelitian pun tentunya tidak akan berjalan tanpa melakukan proses membaca dan menulis sebelumnya. Di ayat 1—5 Surat Al-Alaq ini, Allah menyampaikan landasan penting untuk manusia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sabtu, 26 Januari 2013

Kamis, 24 Januari 2013

Dari Kasih Sayang, Tanpa Transaksional

foto dari andasites.blogspot.com
 
Apa saja sih tugas istri?
Mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan rumah-lah.
Kalau tugas suami?
Mencari nafkah.
Kalau yang harus melayani pasangan, siapa?
Hmmm..., istri.
Yang mengasuh anak siapa?
Ya..., istri-lah.
Yang belanja, jaga rumah, memasak, bersih-bersih, dan lain-lain siapa?
Hmmm..., istri juga.
Jadi itu istri atau pembantu?
Istri.
***

Minggu, 06 Januari 2013

Beasiswa Salman, Merentas Jalan Menggapai Cita

         Semester lalu, tepatnya ketika menapaki jalan perkuliahan di Semester kelima di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), pengalaman baru telah merangkul langkah kaki saya. Untuk pertama kalinya, saya mendapat beasiswa akademik. Jujur, selama ini saya sangat sulit melakukan pengajuan beasiswa karena ada beberapa persyaratan yang dikehendaki oleh pihak penyelenggara beasiswa yang ditolak idealisme saya, yaitu ‘surat keterangan tidak/kurang mampu’. Beasiswa Salman telah memberi saya peluang untuk bisa memperoleh beasiswa tanpa keterangan tersebut.
Keluarga saya memang bukan termasuk keluarga berpunya, tetapi juga bukan termasuk keluarga yang tidak/kurang mampu. Keluarga saya masuk ke dalam kategori cukup, cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga, kebutuhan saya kuliah, dan sebagainya. Apalagi biaya hidup dan kuliah saya di UPI memang tidak terlalu mahal. Hal inilah membuat saya tidak mengajukan beasiswa ke pihak Universitas yang rata-rata menuntut keterangan tidak/kurang mampu tersebut.