Rabu, 23 September 2015

Kelas Perdana Sekolah Pemikiran Islam ITJ: Mengenal Ghazwul Fikri



 
Gambar: Sofietisa.com
Ghazwul fikri bisa mengalahkan muslim, tapi tidak bisa mengalahkan Islam,” ujar Hafidz Ary saat memberi materi di pertemuan perdana Sekolah Pemikiran Islam yang diselenggarakan Indonesia Tanpa JIL (ITJ) di ruang aula Gedung Mi’raj Tour and Travel, Bandung, Selasa (10/03).
Pada pertemuan ini diangkat tema mengenal ghazwul fikri atau perang pemikiran sebagai pengantar perkuliahan yang akan berlangsung selama tiga bulan ini. Hafidz memaparkan kalau ghazwul fikri ini merupakan upaya dari para musuh Islam untuk menipu umat dengan berbagai macam cara agar berpaling dari agamanya. Hafidz memberi contoh buku-buku dan film-film yang beredar di Indonesia yang merupakan karya para aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) merupakan salah satu sarana ghazwul fikri tersebut.

Ia juga membahas kalau ghazwul fikri sebenarnya sudah dimulai dari zaman nabi dahulu dan berlangsung hingga sekarang. Adapun perang pemikiran yang sistematis dimulai dari masa perang salib. Di sana para musuh-musuh Islam mulai mempelajari cara bagaimana cara menjatuhkan umat Islam melalui ranah pemikiran. “Mereka sulit untuk mengalahkan umat muslim di medan jihad,” ujar pria penginisiasi penerbitan Syamil Alquran ini.
Pada pertemuan yang belangsung selama dua jam ini, Hafidz membongkar banyak hal terkait ghazwul fikri. Para peserta kuliah yang berasal dari berbagai unsur ini mengikuti materi tersebut dengan antusias dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Selesai perkuliahan, peserta diberi tugas untuk menulis makalah terkait materi yang telah disajikan tersebut.

Penulis: Eko Apriansyah a.k.a. Yansa El-Qarni
*Tulisan ini merupakan tugas kuliah Sekolah Pemikiran Islam ITJ Angkatan 1

1 komentar:

Semoga tulisan ini berseri... maksudnya menjadi salah satu referense bagi para troops dalam 'mencontek' kembali bilamana ada ilmu yang terlupa

Good job! ^_^b

Posting Komentar