7:48 AM -
#Jodishan,Perihal Bahasa
6 comments


#Jodishan: Aku Memilih “Jomlo” Bukan “Jomblo”
![]() |
sumber gambar: kapanlagi.com plus edit sendiri |
Ada beberapa pihak yang bertanya pada penulis, “Mengapa
pakai kata ‘jomlo’ bukan ‘jomblo’?”. Mungkin
sebagian dari mereka mengira kalau penulis typo,
kan biasanya kata yang umum dipakai
itu “jomblo” bukan “jomlo”. Terkait
hal ini, penulis mengonfirmasikan bahwa penulis sengaja memakai kata “jomlo”.
Terus alasannya apa? Chocodot, eh, check
this out...!
Kita akan memulai pembahasan dengan sebuah istilah
yang sangat elit, yakni etimologi
atau ilmu bahasa yang menyelidiki asal-usul kata serta
perubahan dalam bentuk dan makna. Di sini penulis akan menguak kata “jomblo” ini dari sudut pandang ilmu
etimologi. Jadi, secara etimologis (penambahan huruf “s” menandakan kata itu
berubah jadi kata sifat), asal mula kata “jomblo” itu berasal dari kata “jomlo”.
Kata “jomlo” ini terdapat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang berarti “gadis
tua”. “Gadis tua” yang merupakan pengertian “jomlo” itu terdiri dari kata “gadis”
yang artinya “perempuan yang belum menikah” dan kata “tua” yang menandakan masa
penantiannya.
Oleh karena bahasa bahasa bersifat dinamis (berubah-ubah),
arti dari kata “jomlo” ini kemudian menjadi luas yang tak hanya digunakan untuk
perempuan saja, tetapi juga untuk laki-laki. Adapun penambahan kata “b” di
tengahnya itu karena adanya variasi penyebutan huruf dalam kata yang kadang secara
“suka-suka” ditambah-tambah atau dikurang-kurangi oleh penuturnya. Bisa jadi
penambahan huruf “b” itu disebabkan oleh adanya pertemuan huruf “m” yang lebih enak
diucapkan kalau disertai huruf “b”, contohnya “ember” (singkatan dari kata “emang
bener” yang seharusnya “emner” bukan “ember”).
Kata “jomblo”
sendiri, kemungkinan besar takkan pernah dicantumkan oleh KBBI. Mengapa? Karena
bahasa Indonesia yang baku di KBBI tak mengenal penyerapan kata dengan huruf
konsonan berderet tiga –pada kata “jomblo”
konsonan yang dimaksud adalah “mbl”. Jadi, apabila kata “jomblo” dimasukkan ke kata baku di dalam KBBI, pastinya ia akan
kembali menjadi “jomlo” seperti kata muasalnya. Adapun kalau ditemukan kata
yang mempunyai huruf konsonan berderet tiga di KBBI, umumnya itu adalah istilah
kata asing yang diserap tanpa penyesuaian dengan bahasa Indonesia terlebih
dahulu. Selain itu, penulis yakin di edisi KBBI yang akan terus di-update kelak, arti dari kata “jomlo”
yang awalnya hanya “gadis tua” akan dimasukkan arti lainnya yang sudah
diperluas ini. Sama halnya dengan kata “sarjana” yang awalnya hanya berarti “orang
pandai (ahli ilmu pengetahuan)”, kemudian ditambahkan pengertiannya yang sudah
diperluas, yakni “gelar strata satu yg dicapai oleh seseorang yang telah
menamatkan pendidikan tingkat terakhir di perguruan tinggi”.
Sebenarnya, kata “jomblo” ini tidak masalah apabila digunakan karena sudah dianggap
sebagai istilah gaul yang sering digunakan pada zaman sekarang. Hanya saja,
jika hendak menuliskannya dengan tata ejaan yang benar, maka kata “jomblo” ini harus dimiringkan. Nah, alasan penulis memilih untuk
menggunakan kata “jomlo” pada tulisan-tulisan #Jodishan adalah karena penulis males untuk memiringkan tulisannya. Hahahaha... :v
Yansa
El-Qarni,
10
Januari 2015
6 comments:
Anjirr...
Tap mantap!
Jeli👍
wow wkwkwkw , lengkap banget cuma , bahas dua kata , tapi artikelnya lebih dari 800 kata ,, seo Friendly donk
thanks ya
terimakasih infonya.
di akhirnya bikin ketawa. hehe
Setuju alias sepakat..
Post a Comment