9:08 AM -
Bincang-bincang
4 comments


Remaja Gaul Islami, Why Not!
“Lu mau ke mana, Fik?”
“Gua mau nonton ke bioskop. Mau
ikutan, ga?”
“Ah..., bioskop..., bosen! Mending
ikutan gua. Gua ada pengajian di masjid ni. Ustad yang ngisinya dari Mesir,
lho. Jarang-jarang!”
“Ngaji bareng ustad dari Mesir!? Kayaknya
seru, tuh! Mending gua ikutan elu, dah. Kalo nonton gua bisa nunggu DVD-nya
keluar aja. Hitung-hitung ngemat uang untuk sedekah. Hehehe.”
***
Apakah mungkin percakapan seperti ini bisa terjadi pada
para remaja sekarang, ya? Masjid dapat menyaingi bioskop, pengajian lebih keren
dari nonton film, dan uang untuk hura-hura malah dipakai sedekah.
Ah, hanya khayalan! Ga mungkin ada
remaja gaul Islami!
Di zaman sekarang, banyak para remaja yang cenderung suka
dengan hal-hal bersifat duniawi, seperti nongkrong,
pacaran, dugem, dan sebagainya. Bahkan
tak sedikit dari mereka yang jatuh ke dalam lembah maksiat dan kriminal,
seperti seks bebas, perkelahian, perjudian, pemakaian obat terlarang, bahkan
pembunuhan. Tapi kenyataanya, masih ada juga, kok, para remaja yang rajin belajar, rajin ibadah dan nurut kepada orang tuanya.
Nah,
pertanyaannya, mengapa bisa ada dua jenis remaja seperti yang disebutkan di
atas? Itu dikarenakan masa remaja adalah masa rentan, masa di mana mereka
mencari jati diri, sehingga perlu mendapatkan bimbingan. Begitupun apabila kita
ingin suatu saat nanti para remaja bisa seperti remaja yang ada di dialog
pembukaan tulisan ini. Oleh karena itu, diperlukan adanya bimbingan tentang
pentingnya Islam kepada mereka.
“Dan hendaklah
takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan
yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya.
...” (An-Nissa ayat 9)
Ayat Al Qur’an tersebut memaparkan agar kita jangan
meninggalkan para generasi penerus sehingga mereka lemah dalam berbagai hal,
terutama dalam Islam. Maka dari itu, pendidikan Islam bagi remaja sangatlah
penting agar mereka dapat menjadi generasi muslim yang kuat. Generasi yang
nanti akan menjadi pemuda penopang Islam yang mampu melawan arus zaman, seperti
generasi-generasi pemuda Islam sebelumnya.
“Mereka
ahli ibadah ketika kegelapan menyelimuti mereka
Berapa
ahli ibadah yang air matanya mengalir di pipi(nya)?
Mereka
adalah singa belantara jika panggilan jihad menyapa mereka
Mereka
berlari menuju kematian untuk memperbarui melihatnya (Muhammad)
Ya
Tuhan, kirimlah kami orang-orang seperti mereka
Mereka
mengembalikan kehormatan yang telah kami sia-siakan.”
(Dr.
Aidh Al-Qarni, pengarang buku La Tahzan)
Seperti itulah gambaran pemuda muslim dahulu, yaitu para
pemuda salaf mulai dari Abdullah bin Rawahah, Ja’far bin Abu Thalib, Usamah bin
Zaid, Mush’ab bin Umair, Ibnu Abbas, dan Ibnu Umar.Pemuda dengan sosok seperti
ini dapat terbentuk apabila para remaja kita mendapat pendidikan Islam dengan
baik. Mereka akan menjadi pemuda yang beriman dan bertaqwa, mencintai Allah dan
Allah mencintainya, bahkan mereka berani dalam membela tegaknya Islam di muka bumi.
Selain membentuk hal tersebut, pendidikan Islam juga
dapat mencegah maksiat-maksiat yang sekarang berada di sekeliling para remaja.
Pergaulan bebas, tawuran, melawan orang tua dan sebagainya, tidak akan
dilakukan oleh para remaja yang mendapatkan pendidikan Islam.
Pendidikan Islam paling efektif yang dapat diberikan
kepada para remaja adalah dengan memberikan contoh atau teladan keislaman bagi
mereka, mulai dari ibadah dan akhlak yang dapat mereka tiru. Hanya saja, harus
dipetimbangkan juga keadaan lingkungan dan teman bermain yang terkadang
cenderung menjadi panutan mereka. Memberikan batas-batas tertentu dengan tetap
menghargai dan pengertian kepada mereka agar bisa menjaga diri dari efek
negatif sekitarnya. Jadi, mereka dapat tetap bergaul dengan baik tanpa
terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk.
Dengan melakukan pendidikan Islam seperti ini, tidak
mustahil dialog remaja seperti pembuka tulisan ini dapat terealisasikan.Remaja gaul Islami, why not!J
Rujukan:
Al-Qarni,
Aidh Abdullah. 2006. Sentuhan Spritual Aidh Al-Qarni. Jakarta: Al Qalam
4 comments:
sukron :)
afwan... :)
elu punya blog jg yah, kapan2 maen ke rumah (baca:blog) gw yoo
yoyo... make na kita saling follow bu...
Post a Comment